A. Proses Sosial dan
Interaksi Sosial
Pengertian Interaksi Sosial Secara Bahasa: inter (antar/saling); action (tindakan).
Secara Etimologis: hubungan timbal balik antarsesamanya.
Interaksi sosial adalah
hubungan timbal balik antara antara individu manusia dengan individu lainnya,
antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dan individu.
Menurut Charles P. Loomis, ciri-ciri interaksi sosial adalah:
1.
Jumlah pelaku lebih
dari satu orang.
2.
Komunikasi antarpelaku
menggunakan simbol dan lambang.
3.
Ada dimensi waktu.
4.
Ada tujuan yang hendak
dicapai.
2. Syarat terjadinya Interaksi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial terjadi karena terpenuhinya 2 syarat, yaitu:
Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial terjadi karena terpenuhinya 2 syarat, yaitu:
a. Kontak sosial
Dalam Sosiologi, kontak sosial dapat terjadi dengan atau tanpa hubungan fisik.
Kontak sosial memiliki sifat-sifat:
Dalam Sosiologi, kontak sosial dapat terjadi dengan atau tanpa hubungan fisik.
Kontak sosial memiliki sifat-sifat:
- Bersifat positif jika
menghasilkan kerja sama dan bersifat negatif jika menghasilkan pertikaian.
- Bersifat primer jika pelaku
interaksi bertemu muka langsung. Bersifat sekunder jika melalui suatu
perantara.
b. Komunikasi
Komunikasi memuat komponen-komponen
sebagai berikut:
1.
Komunikator : penyampai pesan
2.
Komunikan : penerima pesan
3.
Pesan : segala sesuatu yang disampaikan
komunikator
4.
Media : sarana untuk menyampaikan pesan
5.
Efek : perubahan yang terjadi pada
komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator
Adanya komunikasi menimbulkan kontak
sosial. Akan tetapi, adanya kontak sosial belum tentu menimbulkan komunikasi.
Interaksi sosial juga dapat terjadi melalui komunikasi nonverbal. Setiap pihak
menyadari keberadaan pihak lain yang dapat menyebabkan perubahan perasaan.
3. Jenis-jenis Interaksi Sosial
1.
Interaksi antarindividu
2.
Interaksi individu-kelompok
3.
Interaksi antarkelompok
Jika interaksi sosial terjadi berulang dengan pola yang sama dan bertahan dalam waktu tertentu, maka akan mewujudkan hubunga sosial. Hubungan sosial tersebut dapat menimbulkan terjadinya bentuk kerja sama atau dapat juga berbentuk pertentangan/pertikaian.
Jika interaksi sosial terjadi berulang dengan pola yang sama dan bertahan dalam waktu tertentu, maka akan mewujudkan hubunga sosial. Hubungan sosial tersebut dapat menimbulkan terjadinya bentuk kerja sama atau dapat juga berbentuk pertentangan/pertikaian.
B. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG INTERAKSI
SOSIAL
Interaksi sosial dilandasi oleh
beberapa faktor, baik dari dalam diri manusia itu sendiri maupun dari luar.
1. Faktor dari dalam manusia meliputi:
·
Dorongan kodrati
sebagai makhluk sosial
·
Dorongan untuk memenuhi
kebutuhan
·
Dorongan untuk
mengembangkan diri
2. Faktor dari luar manusia
a. Imitasi : proses sosial atau tindakan
seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidupnya,
bahkan apa saja yang dimiliki orang lain. Imitasi bisa membawa dampak positif
dan negatif, tergantung dari yang ditiru.
b. Identifikasi : upaya
yang dilakukan oleh seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain yang ditirunya.
c. Sugesti : rangsangan, pengaruh atau stimulus
yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya sedemikian rupa,
sehingga orang yang diberikan sugesti tersebut menuruti apa yang
disugestikannya tanpa berfikir lagi secara kritis dan rasional (bersifat
negatif).
d. Motivasi : rangsangan, pengaruh atau stimulus yang
diberikan seorang individu kepada individu lainnya sedemikian rupa, sehingga
orang yang diberikan motivasi tersebut menuruti apa yang dimotivasikan secara
kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab (bersifat positif).
e. Simpati : suatu proses kejiwaan, di mana
seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau sekelompok orang, karena
sikapnya, penampilannya, wibawanya, atau perbuatannya yang sedemikian rupa.
f. Empati: mirip dengan simpati, tapi
tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja tapi dibarengi perasaan yang sangat
dalam.
C. Status dan Peranan Individu dalam
Interaksi Sosial
Status seseorang menentukan perannya, peran seseorang menentukan perilakunya.
Status seseorang menentukan perannya, peran seseorang menentukan perilakunya.
1. Status (kedudukan)
Adalah posisi seseorang dalam kelompok masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Seseorang dapat mempunyai beberapa status karena ikut serta dalam berbagai pola kehidupan.
Adalah posisi seseorang dalam kelompok masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Seseorang dapat mempunyai beberapa status karena ikut serta dalam berbagai pola kehidupan.
Menurut Ralph Linton, ada tiga macam
status, yaitu:
a. Ascribed Status
Status yang diperoleh secara otomatis melalui kelahiran. Status ini bersifat tertutup, yaitu hanya pada orang tertentu saja.
Status yang diperoleh secara otomatis melalui kelahiran. Status ini bersifat tertutup, yaitu hanya pada orang tertentu saja.
b. Achieved Status
Status ini diperoleh melalui usaha-usaha yang dilakukan sendiri. Jadi, status ini terbuka bagi setiap orang. Semua orang dapat mencapainya, asalkan memenuhi syarat tertentu.
Status ini diperoleh melalui usaha-usaha yang dilakukan sendiri. Jadi, status ini terbuka bagi setiap orang. Semua orang dapat mencapainya, asalkan memenuhi syarat tertentu.
c. Ascribed Status
Status ini merupakan pemberian dari orang lain. Status ini umumnya diberikan kepada orang yang berjasa memperjuangkan sesuatu bagi masyarakat.
Status ini merupakan pemberian dari orang lain. Status ini umumnya diberikan kepada orang yang berjasa memperjuangkan sesuatu bagi masyarakat.
2. Peran sosial
Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Jika seseorang telah melaksanakan kewajiban dan meminta haknya sesuai dengan status yang disandangnya, maka ia telah melaksanakan perannya. Status dan peran tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peran tanpa status dan sebaliknya.
Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Jika seseorang telah melaksanakan kewajiban dan meminta haknya sesuai dengan status yang disandangnya, maka ia telah melaksanakan perannya. Status dan peran tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peran tanpa status dan sebaliknya.
D. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Menurut Gillin and Gillin, proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial ada 2, yaitu:
Menurut Gillin and Gillin, proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial ada 2, yaitu:
1. Proses Sosial Assosiatif
Adalah proses sosial yang menuju terbentuknya persatuan/integrasi sosial dan mendorong terbentuknya pranata, lembaga atau organisasi sosial. Yang termasuk proses sosial sssosiatif, antara lain:
Adalah proses sosial yang menuju terbentuknya persatuan/integrasi sosial dan mendorong terbentuknya pranata, lembaga atau organisasi sosial. Yang termasuk proses sosial sssosiatif, antara lain:
a. Kerja sama
Adalah usaha bersama antara individu dengan individu lainnya, antar individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama timbul saat seseorang menyadari bahwa mereka punya kepentingan bersama. Kerja sama menuntut adanya pembagian kerja dan keadilan, sehingga rencana kerja sama dapat tercapai dengan baik untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama akan bertambah kuat bila ada bahaya dari luar yang mengancam kelompoknya.
Adalah usaha bersama antara individu dengan individu lainnya, antar individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama timbul saat seseorang menyadari bahwa mereka punya kepentingan bersama. Kerja sama menuntut adanya pembagian kerja dan keadilan, sehingga rencana kerja sama dapat tercapai dengan baik untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama akan bertambah kuat bila ada bahaya dari luar yang mengancam kelompoknya.
Ditinjau dari segi pelaksanaannya,
ada berbagai bentuk kerja sama:
1)
Kerukunan
Contoh : tolong menolong dan gotong royong (kerja bakti)
2) Bergaining
Kerja sama yang pelaksanaannya dengan perjanjian tentang pertukaran barang-barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
3) Kooptasi
Suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara menjaga stabilitas dan menghindari terjadinya kegoncangan.
4) Koalisi
Kombinasi antara 2 organisasi/lebih yang punya tujuan sama.
5) Joint venture
Kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
Contoh : tolong menolong dan gotong royong (kerja bakti)
2) Bergaining
Kerja sama yang pelaksanaannya dengan perjanjian tentang pertukaran barang-barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
3) Kooptasi
Suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara menjaga stabilitas dan menghindari terjadinya kegoncangan.
4) Koalisi
Kombinasi antara 2 organisasi/lebih yang punya tujuan sama.
5) Joint venture
Kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
b. Akomodasi
Tujuan akomodasi:
1.
Mengurangi pertentangan
antarindividu, individu-kelompok atau antarkelompok sebagai akibat adanya
perbedaan pendapat.
2.
Mencegah meledaknya
pertentangan untuk sementara waktu.
3.
Memungkinkan terjadinya
kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yg hidupnya terpisah sbg akibat
faktor-faktor psikologis dan kebudayaan.
4.
Mengusahakan peleburan
antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah.
Akomodasi mempunyai beberapa bentuk,
antara lain:
1.
Koersi
(coercion): bentuk akomodasi yang
prosesnya melalui paksaan fisik maupun psikologis. Dalam koersi, ada pihak yang
lemah dan ada pihak yang kuat.
2.
Kompromi
(compromise): bentuk akomodasi yang
terjadi karena pihak yang bersengketa saling mengurangi tuntutannya agar
tercapai kesepakatan.
3.
Arbitrasi
(arbitration): akomodasi dengan menggunakan
jasa pihak ketiga karena pihak yang bersengketa tidak mampu menyelesaikan
persengketaan. Pihak ketiga ini ditunjuk oleh yang bersengketa atau pihak yang
berwenang.
4.
Mediasi
(mediation): hampir mirip dengan
arbitrasi, hanya saja pihak ketiganya netral dan tidak bisa memutuskan. Ia
hanya bisa mengusahakan jalan damai tapi tidak mempunyai wewenang untuk
menyelesaikan masalah.
5.
Konsiliasi
(consiliation): usaha untuk
mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang berselisih untuk mencapai
mufakat.
6.
Adjudikasi: cara penyelesaian perkara lewat pengadilan.
7.
Gencatan
senjata: penangguhan permusuhan pada waktu
tertentu karena menunggu jalan keluar yang baik.
8.
Toleransi: bentuk akomodasi tanpa persetujuan formal. Kadang kala
toleransi timbul secara tidak sadar dan spontan akibat reaksi alamiah individu.
c. Asimilasi
Asimilasi adalah upaya untuk mengurangi perbedaan
antarindividu/kelompok untuk menghasilkan suatu kesepakatan berdasarkan
kepentingan dan tujuan bersama. Asimilasi terjadi pada masyarakat yang berbeda
kebudayaan sehingga terbentuk kebudayaan baru dalam waktu lama.
Asimilasi terjadi setelah melalui
tahap kerja sama dan akomodasi.
Syarat-syarat asimilasi:
- Terdapat sejumlah kelompok yang
punya kebudayaan berbeda.
- Terjadi pergaulan antarindividu
dan kelompok secara intensif dalam waktu yang lama.
- Kebudayaan masing-masing
kelompok mengalami perubahan dan penyesuaian diri.
Faktor-faktor yang mendukung
terjadinya asimilasi:
- Sikap menghargai dan menghormati
orang lain dan kebudayaannya.
- Sikap terbuka dari golongan yang
berkuasa dalam masyarakat.
- Persamaan dalam unsur budaya
secara universal.
- Terjadinya perkawinan campur
antar kelompok yang berbeda budaya.
- Mempunyai musuh yang sama dan
meyakini kekuatan masing-masing untuk menghadapi musuh tersebut.
Faktor yang menjadi penghalang
asimilasi:
- Terisolasinya kehidupan suatu
golongan tertentu.
- Kurangnya pengetahuan tentang
kebudayaan baru.
- Adanya prasangkan buruk terhadap
kebudayaan baru.
- Adanya perasaan bahwa kebudayaan
kelompok tertentu lebih tinggi dari kebudayaan kelompok lainnya, sehingga
tidak mau menerima kebudayaan baru.
- Adanya perbedaan ciri-ciri
fisik, seperti tinggi badan, warna kulit, atau warna rambut.
- Adanya perasaan keterikatan yang
sangat kuat terhadap kebudayaan yang sudah ada.
d. Akulturasi
Akulturasi adalah hasil perpaduan dua kebudayaan berbeda yang membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri-ciri kebudayaan masing-masing. Proses akulturasi berlangsung dalam waktu yang lama.
Akulturasi adalah hasil perpaduan dua kebudayaan berbeda yang membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri-ciri kebudayaan masing-masing. Proses akulturasi berlangsung dalam waktu yang lama.
2. Proses Sosial Disosiatif
(oposisi)
Suatu cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Yang termasuk proses sosial disosiatif antara lain:
Suatu cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Yang termasuk proses sosial disosiatif antara lain:
a. Persaingan
Persaingan adalah proses sosial ketika individu-individu/kelompok-kelompok manusia bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Persaingan terjadi hampir di setiap bidang kehidupan. Namun persaingan harus dilakukan secara jujur dan sportif.
Persaingan adalah proses sosial ketika individu-individu/kelompok-kelompok manusia bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Persaingan terjadi hampir di setiap bidang kehidupan. Namun persaingan harus dilakukan secara jujur dan sportif.
b. Kontravensi
Kontravensi adalah proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi biasanya bersifat rahasia. Dalam kontravensi, lawan tidak diserang secara fisik tapi secara psikologis sehingga ia menjadi tidak tenang.
Kontravensi adalah proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi biasanya bersifat rahasia. Dalam kontravensi, lawan tidak diserang secara fisik tapi secara psikologis sehingga ia menjadi tidak tenang.
c. Konflik
Konflik adalah proses sosial yang terjadi ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak yang lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Konflik muncul karena adanya perbedaan perasaan, kebudayaan ataupun perbedaan kepentingan.
Konflik adalah proses sosial yang terjadi ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak yang lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Konflik muncul karena adanya perbedaan perasaan, kebudayaan ataupun perbedaan kepentingan.
Bentuk-bentuk konflik antara lain:
- Konflik pribadi
- Konflik antarkelompok
- Konflik rasial
- Konflik antarkelas sosial
- Konflik politik
- Konflik internasional
KEHIDUPAN SOSIAL
MANUSIA
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara dua atau lebih individu dimana ide dan
pandangan satu individu saling memengaruhi. Ciri dari interaksi sosial adalah :
a. Adanya dua pelaku atau lebih
b. Adanya hubungan timbal balik antar pelaku
c. Proses interaksi diawali dengan adanya kontak sosial (baik secara langsung
ataupun tidak langsung)
d. Adanya dimensi waktu (lampau, sekarang, dan yang akan datang)
e. Adanya tujuan dari masing-masing individu
Ada empat faktor yang memengaruhi interaksi sosial, yaitu :
a. Imitasi : kecenderungan
berbuat atau meniru perbuatan orang lain, misalnya dalam hal pakaan, mode
rambut, gaya berbicara (wow)
b. Sugesti : sikap, pandangan, pendapat orang lain yang diterima sepenuhnya tanpa
dikritisi. Seseorang dapat dengan mudah disugesti apabila :
ü Kemampuan berpikirnya terpecah-pecah dan tidak konsentrasi
ü Sedang emosi sehingga menghambat daya nalarnya secara rasional
ü Pemberi sugesti mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk menyampaikan
saran/pendapat orang lain.
ü Adanya dukungan pendapat dari orang disekitarnya, terutama ketika ragu
ragu.
ü Tingkat berpikirnya masih sederhana , misalnya anak sekolah.
Mudah tidaknya orang memberi sugesti tergantung pada beberapa hal, yaitu :
· Orang yang memiliki karisma, misalnya ulamam orangtua, cendekiawan,
pemimpin agama
· Orang yang ahli di bidangnya
· Orang yang punya kekuaasaan besar dan kedudukan tinggi
· Iklan media massa
· Kelmpok mayoritas
c. Identifikasi : kecenderungan /keinginan dalam diri seseorang
untuk menjadi sama dengan pihak lain. Misalnya anak cowok mengidentifikasi
seperti ayahnya. Proses dapat berlangsung:
§ Dengan sendirinya/tidak sadar
§ Sengaja/rasional
§ Melihat kegunaannya
d. Simpati
Perasaan suka atau tertarik yang timbul pada diri seseorang kepada orang
lain. Proses ini lebih ditonjolkan pada perasaan daripada pemikiran yang rasional.
Interaksi merupakan bentuk umum dari
proses sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai kehidupan bersama atau
cara-cara berhubungan yanng terjaadi saat individu dan kelompok masyarakat
saling bertemu dan mereka menentukan sistem serta bentuk bentuk hubungan
tersebut.
Menurut George hebert Mead, ada tiga tahap
perkembangan dalam diri manusia, yaitu :
1. Tahap pertama: anak kecil mulai belajar mengambil
peranan orang orang di sekitarnya dengan meniru orang lain.
2. Tahap kedua: anak tidak hanya mengetahui peran yang harus dijalankan , tetapi juga
mengetahui peran yang dijalankan orang lain yang berinteraksi dengannya.
3. Tahap ketiga: anak telah memahami peran orang lain yang lebih luas dan melalui interaksi
ia dapat memilih peran yang dikehendaki sehingga memiliki jati diri.
Bentuk interaksi dapat dibedakan menjadi tiga macam , yaitu :
a. Antar indidivu : misalnya percakapan antara Leo dengan gurunya, Titus
dengan Almanzo, dll
b. Antar individu dengan kelompok : misalnya pelatih basket dengabn tim
basket, pelatih futsal dengan tim futsal sewaktu latihan, dll.
c. Antar kelompok : misalnya tim futsal SMP carolus dengan tim futsal SMP
santa maria.
SOSIALISASI
Sosialisasi merupakan suatu proses yang membantu individu melalui proses
belajar dan menyesuaikan diri agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam
kelompoknya.
Tujuan dari sosialisasi adalah :
1. Membekali seseorang dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif seperti membaca,
menulis dan berbicara.
3. Mengendalikan fungsi organik melalui latihan mawas diri yang tepat.
4. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai nilai dan kepercayaan
pokok yang ada di maasyarakat.
Sosialisasi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu :
Sosialisasi primer : sosialisasi yang dilakukan dalam lingkungan keluarga
Sosialisasi sekunder : sosialisasi yang dilakukan dengan mengajarkan nila
baru di luar lingkungan keluarga, misalnya i lingkungan bermain, sekolah,
lingkungan kerja.
Media sosialisasi: secara umum media sosialisasi ada lima, yaitu :
1. Sosialisasi dalam keluarga
2. Sosialisasi dalam kelompok : teman bermain, tetangga, teman sekolah
3. Sosialisasi dalam lingkungan sekolah:
4. Sosialisasi dalam lingkungan kerja
5. Sosialisasi melalui media massa
STATUS DAN PERAN
Status yaitu tempat bagi seseorang secara umum
dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain. Setiap orang dapat memiliki
banyak status. Secara umum, status dapat dibedaka menjadi tga, yaitu :
1. Ascribed Status : staus yang diperoleh karena keturunan, misalnya golongan
bangsawan.
2. Achieved status : status yang diperoleh karena diperjuangkan/diusahakan,
misalnya seeorng berhasil menjadi seorang dokter, presiden, guru, dll.
3. Assigned status: status yang diberikan kepaada seseorang/kelompok karena
berjasa bagi masyarakat. Misalnya anugerah pahlawan nasional, anugerah pahlawan
lingkungan, kenaikan pangkat, dll.
Beberapa status dapat saling
bertentangan yaitu disebut konflik status. Seseorang yang mengalami konflik
status akan memilih status utama dalam hidupnya. Status utama adalah status
yang mendominasi.
Peran yaitu seperangkat
/sekelompok tingkah laku yang diharapkan seseorang yang berkedudukan di
masyarakat., misalnya, guru berperan untuk mendidik,
Peran dapat dibagi menjadi empat, yaitu
:
1. Peran bawaan: diperoleh secara otomatis dengan sendirinya, mislanya pangeran
charles yang diharapkan untuk menjadi pewaris tahta
2. Peran pilihan : diperoleh melalui usaha tertentu , misalnya dokter yang
terus memeperdalam peneitiannya dan kemampuannya.
3. Peran yang diharapkan: yaitu peran yang harus dilaksanakan sesuai dengan
peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan bersama demi memelihara
ketertiban, misalnya polisi yangmenjaga ketertiban
4. Peran yang disesuaikan, yaitu peran yang dilaksanakan sesuai situasi
yangsering berubah misalnya pak bambang sebelum menjadi kepsek adalah seorang
guru sehingga statusnya juga akan mengalami perubahan.
Konflik juga dapat terjadi dalam peran, misalnya seorang wanita yang ingin
bekerja tapi keluarga menghendaki untuk segera menikah.
Bentuk interaksi dibedakan menjadi dua, yaitu
A. INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF
Yaitu proses sosial yang mendorong anggota masyarakat untuk memperkuat
ikatan solidaritas sosial dan meningkatkan persatuan anggota masyarakat. Proses
asosiatif dibedakan menjadi empat, yaitu :
1. Kerjasama (cooperation)
Suatu penggabungan beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama.
Bentuk kerjasama meliputi :
1. kerukunan meliputi gotong royong dan tolong menolong
2. bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa
antara dua organisasi atau lebih, misalnya tawar menawar barang antara dua
Negara atau di took toko
3. kooptasi yaitu proses penerimaan unsur unsur
baru oleh pemimpin dalam sebuah organisasi sebagai salah satu cara untuk
menghindari kegoncangan/kekacauan dalam organisasi. Contohnya adanyaa peluang
untuk naik jabatan dalam suatu organisasi.
4. Koalisi yaitu penggabungan beberapa organisasi
yang mempunyai tujuan yang sama. Misalnya gabungan dua partai untuk mencalonkan
presiden/gubernur.
5. usaha bersama/joint venture adalah sutu kerjasama dari beberapa
perusahaan untuk mengerjakan proyek tertentu yang membutuhkan modal besar.
Umumnya berupa penambangan tambang. Misalnya PT pertamina bergabung dengan
Exxon mobile untuk mengeksplorasi tambang minyak.
Faktor yang mendorong terjadinya kerjama yaitu :
a. Mempunyai tujuan bersama
b. Adanya keuntungan pribadi
c. Mempunyai kewajiban yang sama
d. Mempunyai tujuan ntuk menolong orang lain
e. Keinginan untuk mencapai hasil yang lebih besar
2. Akomodasi (accomodation)
Akomodasi adalah usaha untuk menyelesaikan
pertentangan atau permusuhan untuk sementara waktu tanpa menghancurkan pihak
lawan.
Akomodasi memiliki beberapa tujuan, yaitu :
Ø Mengurangi perbedaaan paham, pertentangan, pernusuhan antara orang perorang
atau kelompok manusia
Ø Mencegah terjadinya pertentangan secara temporer atau sementara waktu
Ø Memungkinkan terjadinya kerjasama antar kelompok sosial yang terpisah
Ø Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah misalnya dengan
perkawinan campuran
Bentuk akomodasi yang sering dijumpai dalam masyarakat antara lain :
v Koersi, yaitu bentuk akomodasi yang
dilaksanakan secara paksa dan salah satu pihak dalam posisi lemah. Misalnya penguasa
memaksakan suatu kebijakan pada masyarakat untuk menjaga kestabilan dalam
negara.
v Kompromi, yaitu bentuk akomodasi yang dilakukan dengan cara masing-masing pihak
yang bertikai mengurangi tuntutannya sehingga dapat mencapai kesepakatan
bersama, misalnya tuntutan kenaikan gaji karyawan.
v Mediasi, yaitu penyelesaian pertentangan atau
pertikaian melalui orang ketiga tetpi orang tersebut hanya sebagai penasihat
dan tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan.
v Arbitrasi , suatu cara untuk menyelesaikan
masalah/konflik melalui bantuan pihak ketiga yang berwenang mengambil keputusan
yang bersifat mengikat.
v Konsiliasi, bentuk akomoaadi yang mempertemukan keinginan keinginn dari pihak pihak
yang bertikai guna mencapai suatu persetujun bersama.
v Toleransi, bentuk akomodasi tanpa persetujuan
yaangformal , bentuknya timbul secara tidak sadar dan direncanakan.
v Stalemate, bentuk akomodasi dimana pihak pihak bertentangan berhenti melakukan
pertentangan atau pertikaian pada suatu titik tertentu.
v Ajudikasi, bentuk akomodasi dimana penyelesaian
pertentangan atau pertikaian dilakukan di pengadilan.
v Gencatan senjata, suatu cara penyelesaian konflik dengan
menghentikan untuk sementara waktu aktivitas saling menyerang antara pihak
pihak yang bertikai.
3. ASIMILASI, yaitu penggabungan dua kebudayaan yang
berbeda dan berangsur-angsur berubah menjadi kebudayaan baru dengan cirri khas
kebudayaan masing-masing hilang.
Faktor pendukung terjadinya asimilasi yaitu ,
a. Toleransi yang mendorong terjadinya komunikasi
b. Sikap saling menghargai antara kebudayaan sendiri dengan kebudayaan asing
c. Adanya sikap terbuka dari golongan berkuasa dalam masyarakat.
d. Adanya perkawinan campuran
e. Adanya persamaan unsur-unsur kebudayaan.
f. Adanya musuh bersama dari luar
g. Kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi bagi berbagai golongan masyarakat .
Faktor penghambat terjadinya asimilasi yaitu :
a. Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
b. Adanya anggapan bahwa kebudayaan tertentu lebih tinggi dari kebudayaan lain.
c. Perasaan takut terhadap kekuatan budaya dari luar.
d. Aadanya perbedaan ciri fisik.
e. Masih terdapat kehidupan masyarakat yang terisolir.
4. Akulturasi, berpadunya dua kebudayaan yang berbeda
dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan cirri
kepribadian masing-masing kebudayaan tersebut. Misalnya masuknya
kebudayaan Hindu Budha di Indonesia, kebudayaan Islam serta masuknya kebudayaan
barat melalui kedatangan bangsa Eropa di Indonesia.
B. INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF
Yaitu proses sosial yang cenderung
mendorong terjadinya perpecahan dan memperlemah ikatan solidaritas anggota
masyarakat. Dibagi menjadi empat, yaitu :
1. Persaingan (competition)
Yaitu proses sosial dimana individu atau kelompok yang bersaing mencari
keuntungan yang menarik perhatian publik tanpa ancaman dan kekerasan. Manfaat dari persainganyaitu :
Ø Sebagai alat seleksi untuk mencapai prestasi terbaik.
Ø Sebagai alat dalam menempatkan seseorang pada fungsi atau jabatan tertentu.
Ø Memotivasi seseorang atau kelompok untuk bekerja keras guna meraih haasil
yang maksimal.
Ø Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif (perlombaan)
Dampak dari persaingan yaitu :
ü Memperkuat mental, karakter dan semangat juang.
ü Menggalang dan memperkuat semangat solidaritas kelompok.
ü Menyadarkan diri terhadap kekurangan/kelebihan para pesaingnya.
ü Terjadinya stratifikasi sosial ekonomi.
Persaingan dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Persaingan pribadi, berlangsung antar individu, misalnya persaingan untuk
mencapai kedudukan tertentu.
b. Persaingan antar kelompok,persaingan dua perusahaan untuk memenangkan suatu
tender.
2. Kontraversi , yaitu suatu proses sosial yang berada
di antara persaingan dan konflik . Bentuk kontraversi antara lain :
a. Kontraversi yang bersifat umum, misalnya perbuatan perlawanan, penolakan,
protes, tindakan kekerasan, mengacau, menghalang-halangi pihak lain, dsb.
b. Kontraversi yang bersifat sederhana, misalnya menyebarkan selebaran gelap,
memaki maki, mencerca, dsb.
c. Kontraversi yang bersifat intensif, misalnya intimidasi , provokasi,
mengejutkan lawan, dll.
d. Kontraversi yang bersifat rahasia, misalnya mengumumkan rahasia orang lain,
berhianat, dll.
3. Konflik/pertentangan/pertikaian, yaitu proses sosial dimana individu
atau kelompok berusaha mencapai tujuannya dengan cara menentang pihak lawan
yang disertai ancaman dan kekerasan. Sebab terjadinya konflik yaitu :
a. Adanya perbedaan individu , seperti perbedaan pendirian dan perasaan .
b. Adanya perbedaan kebudayaan
c. Adanya perbedaan kepentingan
d. Adanya perubahan sosial yang berlangsung secara cepat.
Bentuk konflik antara lain: konflik antar pribadi, antar ras, antar kelas
social, antar politik